Wanita
Hidupkan Kembali GOW
Berikan Pelatihan pada Single Parent
Setelah terpilihnya pengurus
baru Organisasi Wanita
(GOW) Kota Surabaya per
Desember 2009 lalu. Pengurus
GOW terpilih langsung melaksanakan
Rapat Kerja (Raker)
yang dilaksanakan, Sabtu (6/2),
di Balai Diklat Surabaya, Prigen,
Pandaan, Pasuruan. Raker tahun
ini mengambil tema Optimalisasi
Fungsi dan Peran Gabungan Organisasi
Wanita (GOW) Dalam
Mewujudkan Solidaritas.
Hadir dalam raker Wakil Walikota
Surabaya, Arif Afandi dan
para pengurus 37 induk organisasi
yang tergabung dalam GOW
Surabaya. Menurut Arif Afandi dihadapan
para ibu-ibu peserta
raker mengatakan bahwa Ibu-ibu
yang tergabung dalam GOW
merupakan kunci keberhasilan
dalam pengentasan kemiskinan.
“Jika dilihat dari ruang
lingkup yang lebih kecil, keberhasilan
dan kunci pengaturan
ekonomi keluarga adalah ibu.
Karena ibu lah yang mengatur
semua pendapatan dan pengeluaran
dalam keluarga,” ujar Arif.
Dalam kesempatan tersebut
Arif Afandi menuturkan bahwa
GOW harus mampu menjadi Organisasi
Masyarakat (Ormas)
yang peduli dengan permasalahan
sosial di Surabaya. GOW
harus mampu menjadi pedoman
bagi organisasi wanita di
Surabaya dan mampu memberikan
manfaat bagi kota
Surabaya.
“Setelah raker selesai harus
ada program-program pendampingan
dan pemberdayaan
pada masyarakat miskin, khususnya
ibu-ibu rumah tangga
miskin,” urainya.
Arif Afandi menyabarkan
bahwa perllu adanya program
pelatihan pada ibu-ibu miskin supaya
menambah penghasilan
keluaraga. Ibu-ibu ini bisa dilatih
menjahit, menyulam, atau bisa
juga dianjurkan untuk bercocok
tanam di perkotaan. Pemerintah
Kota Surabaya sudah menggalakkan
Urban Farming, dan
memberikan bantuan berupa
bibit tanaman maupun ikan.
“Jadikan GOW ini sebagai organisasi
wanita bermanfaat dan
berguna bagi pembangunan
kota. Karena keberhasilan pembangunan
kota tanpa ada keterlibatan
masyarakat maka tidak
akan berhasil. Pembangunan
yang berhasil berbasis partisipa si
masyarakat di Surabaya contohnya
green and clean. Hasilnya,
berkat partisipasi
masyarakat, akhirnya masyara
kat mulai terbiasa tidak membuang
sampah sembarangan.
Sehingga, kota Surabaya
sekarang bersih, hijau, dan
indah,” imbuhnya.
Menanggapi hal-hal yang disampaikan
Arif Afandi, Ketua
GOW terpilih Pertiwi Ayu Krishna,
SE, MM kepada Gapura
mengatakan bahwa GOW telah
mempunyai program unggulan
yaitu memberdayakan kepala
rumah tangga single parent,
mereka akan diberikan pelatihan
untuk bisa mengangkat kesejahteraan
keluarganya.
“Kita akan berikan pelatihan
sesuai dengan kemauan mereka,
kita tidak memaksa mereka.
Asalkan mereka mau ikut pelatihan
itu sudah bagus,” terangnya.
GOW juga akan terus membantu
Pemkot Surabaya menghijaukan
kota Surabaya. Menurut
Ayu GOW tidak muluk-muluk
dalam menyusun program. Yang
terpenting adalah solusi yang
diberikan bermanfaat dan tepat
sasaran. “Sementara waktu ini, saya
aktif melakukan koordinasi ke 37
induk organisasi GOW. Sebelum
saya masuk di GOW. GOW mati
suri, yang saya lakukan pertama
kali adalah bagaimana caranya
GOW ini kembali eksis,” jelasnya
kepada Gapura ditemui setelah
acara penutupan raker.
Sebagai ketua baru Ayu terus
berupaya menghidupkan kembali
GOW setelah beberapa waktu
lalu mati suri. Ayu terus menumbuhkan
rasa sosial masyarakat
pada setiap anggota GOW. Ia
mengakui bahwa masih banyak
anggota yang belum mengetahui
apa visi, misi, dan tugas GOW.
“Ternyata banyak anggota
yang tidak tahu GOW. Jadi,
momen Hari Ibu kemarin saya
mengajak semua anggota berlayar
keliling suramadu dan
bawean dengan kapal pesiar. Disana
saya menjelaskan kegiatan
GOW pada anggota yang tidak
tahu,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa GOW
akan terus bersama Pemkot
Surabaya mempromosikan wisata
di Surabaya. Karena, di Surabaya
banyak potensi wisata yang
masih belum diketahui banyak
orang.
“Sedikit masukan dari saya,
kalau bisa pantai ria kenjeran
dikelola investor, sehingga
seperti pantai ancal di Jakarta.
Lalu, lakukan promosi besar-besaran,”
imbuhnya kepda Gapura
menutup pembicaraan. (rz)
LOGIN
