Program Kota
Atasi Kemacetan Surabaya
dengan Membuka Frontage Road
Persoalan Kemacetan di
Jalan Ahmad Yani akan
segera teratasi dengan
dibukanya frontage road
sisi timur Ahmad yani.
Jika anda sering melalui Jalan Ahmad
Yani yang selalu macet, sebantar lagi
kemacetan tersebut akan berkurang.
Dikarenakan frotage road sisi timur
Jalan Ahmad Yani dari RSAL dr Ramelan-
Giant akan segera dibuka. Menurut rencana,
jalan tepi ini akan mulai dioperasikan
pertengahan Februari 2010.
Pembangunan frontage road tahap
pertama (RSAL-Margorejo) sudah siap
untuk dioperasikan. Jalan sepanjang
800 meter tersebut sudah beraspal. Beberapa
kendaraan keluar dari RSAL
sudah mulai lalu lalang. Untuk membuka
frontage road ini perlu ada
rekayasa lalu lintas.
Kendala dalam pembangunan
frontage road ini pada pembebasan
lahan yang hendak dijadikan jalan.
Kalau dirinci, Pertama lahan RSAL. Luasnya
mencapai 903 m2. Kedua adalah
SDN Margorejo I, yang luasnya mencapai
486 m2. Sedangkan yang terakhir,
tentu saja adalah tanah milik warga.
Luasnya mencapai 3.870 m2. Pemkot
harus merogoh kocek dalam untuk
pembebasan lahan tersebut. Apalagi
tanah tersebut harganya jauh melampaui
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang
ditetapkan pemkot. NJOP pemkot
adalah Rp 1,5 juta per meter persegi.
Sedangkan asumsi dasar appraisal
adalah Rp 3,3 juta per meter persegi.
Secara keseluruhan, pemkot menyediakan
dana sampai Rp 19,8 miliar
untuk pembebasan lahan tersebut.
Dana tersebut diambilkan dari APBD
tahun 2009. Pembebasan tersebut sudah termasuk tanah untuk
frontage antara Giant/Margorejo
sampai Jemur Andayani. Antara lain
tanah milik Jatim Expo yang luasnya
mencapai 3.372 m2. Sedangkan
tanah milik warga memiliki luas sampai
7.419,87 m2.
Pemkot terakhir kali melakukan
pembebasan lahan pada 2009 lalu.
Jatim Expo sudah beres. Sedangkan
tanah warga masih menyisakan sekitar
1.156 m2 untuk pembebasan lahannya.
Karena kebutuhan anggaran semakin
meningkat, Pemkot
melakukan perubahan anggaran
keuangan (PAK) untuk APBD 2009.
Jumlahnya mencapai Rp 25 miliar.
Tidak berhenti sampai di sana,
pemkot juga menganggarkan dana
sampai Rp 36 miliar untuk pembebasan
lahan. Dana itu diambilkan
dari APBD 2010.
Bedanya, objek pembebasan lahannya
saat ini semakin luas. Selain
tanah dari Giant sampai Jemur Andayani,
tahun ini pemkot akan juga
melakukan pembebasan tanah dari
Jemur Andayani sampai Korem 034
Bhaskara Jaya (depan bundaran
Waru).
Diperlukan beberapa instrumen
penunjang dalam menyokong pembanguan
frontage road tersebut.
Yang paling utama saat ini adalah
penyediaan sarana penerangan jalan
umum (PJU). Total PJU yang disediakan
mencapai 15 titik.
Demi kelancaran lalu lintas setelah
frontage dibuka, Dinas Perhubungan
akan melakukan rekayasa lalu
lintas ke arah frontage. Kepala Dinas
Perhubungan, Eddi menjelaskan
pada Gapura bahwa sehubungan
akan dibukanya frontage sisi timur
Jalan Ahmad Yani, Dishub Surabaya
sudah berkoordinasi dengan Dishub
Jawa Timur mengenai rekayasa lalu
lintas ke arah masuk frontage.
“Nantinya, frontage ini
dikhususkan bagi Mobil Kendaraan
Umum (MPU). Kendaraan pribadi
yang akan putar balik ke arah Royal
Plaza bisa lewat frontage road masuknya
ke arah RSAL melewati rel,
lalu pertigaan Margorejo bisa belok
kanan. Kendaraan yang akan menuju
Margorejo sebaiknya juga lewat
frontage saja, karena belok kiri pertigaan
Margorejo nanti tidak diperbolehkan,”
jelas Eddi kepada Gapura.
Ditanya mengenai pembangunan
frontage sisi barat, Eddi mengatakan
pembangunan di sisi barat seharusnya
relatif mudah, karena banyak
tanah di sisi barat milik instansi Pemerintah. “Pembebasan tanah di sisi
barat relatif mudah, tapi itu semua
tergantung instansi yang bersangkutan
mau tidak tanahnya dipakai
untuk kepentingan masyarakat,”
ujarnya. (rz)
LOGIN
