Kota Surabaya meraih Adipura 2009   Surabaya Goes Open Source, Wujudkan Surabaya Smart City   Kota Surabaya meraih juara umum PORPROV II Malang 

Camatika

Bambang Udi Ukoro, Camat Tegalsari

Bermimpi
dalam Menjalankan Tugas

 

Mengawali karir sebagai Lurah termuda, kala itu Bambang Udi Ukoro berusia 25 tahun merupakan satu-satunya Lurah termuda di Surabaya. Dia bertugas di Kelurahan Dr Soetomo, Kecamatan Tegalsari tahun 1996. Sekarang dia menjabat sebagai Camat Tegalsari.


Banyak hal yang sudah dilakukan selama menjadi abdi Negara. Dari pawakannya yang kalem ternyata dalam dirinya kukuh dan teguh dalam menegakkan aturan. Sebagai abdi Negara dia harus menjujung tinggi aturan yang telah diatur dalam Undang-undang maupun Peraturan Daerah (Perda).
Karena kekukuhannya dalam meneggakkan aturan dia tidak pernah lama menjabat di sebuah wilayah yang dipimpinnya. Dia pernah menjadi Kasi Pemerintahan di Kecamatan Pakal tahun 2001, itupun berlangsung selama 6 bulan. Pernah juga menjadi Sekcam Krembangan juga tidak lama hanya 9 bulan.
Dia juga pernah menjabat Sekcam Dukuh Pakis tahun 2003-2006, Camat Gunung Anyar tahun 2006, Camat Genteng tahun 2007 sampai 22 Desember 2008. Bulan Juni 2009 dia dilantik sebagai Camat Tegalsari sampai sekarang.
“Saya tidak tahu kenapa begitu saya dipindah ke Kecamatan mau pun Kelurahan pasti tidak lama,” tutur lakilaki berkumis ini pada Gapura ketika ditemui di kantornya. Sebelum menjadi abdi Negara, dia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri (STPDN). Dia merupakan angkatan pertama yang juga pernah merasakan Wajib Militer (wamil) selama 2 tahun.
Lulus dari STPDN tahun 1999. Berbekal pengalaman dalam hal administrasi pemerintahan yang dimiliki, dia juga tergolong pintar dalam negoisasi dan memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah. Di setiap wilayah yang dia tempati selalu mengalami perubahan yang sangat signifikan. Dalam bekerja dia selalu punya mimpi menciptakan hal-hal baru yang bisa memajukan wilayah yang dia pimpin. “Mimpi bagi saya merupakan salah satu motivasi saya dalam bekerja, karena tanpa bermimpi kita tidak akan bisa melakukan sesuatu. Tapi, harus mengenal wilayah tersebut, mengenal tokoh masyarakat, budaya, dan kebiasaan masyarakat antar wilayah satu dan lainnya kan berbeda,” imbuhnya.
Untuk lebih mengenal masyarakat di wilayah yang dia pimpin, dia selalu rutin menggelar pertemuan dengan masyarakat. Mengajak mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan kepedulian warga terhadap wilayahnya. “Saya mengajak warga untuk bangkit membangun kawasannya atau wilayahnya,” tandasnya Ketika menjabat sebagai Kasi Pemerintahan di Kecamatan Pakal, waktu itu kegiatan secara adminitrasi kependudukan belum ada. “Saya langsung membuat operasional pelayanan kependudukan secara online. Kebetulan waktu itu saya menggunakan jaringan crème Gresik,” urai bapak 3 anak ini.
Tidak hanya itu, ketika dia menjabat sebagai Plt lurah Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis. Dia mengajak stafnya untuk donor darah yang dilakukan selama 2,5 bulan sekali. Kepedulian terhadap kesejahteraan stafnya, dia membentuk Koperasi. “Sampai sekarang kegiatan donor darh masih berlangsung, dan koperasi yang saya bangun pun hasilnya sudah dirasakan staf Dukuh Kupang,” kenangnya.
Dia juga sangat peduli dengan stafnya, terbukti dia selalu memberikan penghargaan pada staf yang dia rasa baik dalam menjalankan tugas. Tidak hanya aktif sebagai staf, yang sudah pensiun pun dia beri penghargaan. Hal tersebut sampai sekarang masih dia lakukan di Kecamatan Tegalsari. “Untuk merangsang staf-staf saya, maka perlu adanya pemilihan staf terbaik. Saya juga berikan penghargaan bagi yang pensiun sebagai rasa terima kasih atas dedikasinya selama bekerja,” tuturnya.
Selama menjabat dia punya konsep kerja yang terus dia tekankan pada stafnya. Yaitu selalu berikan pelaya nan terbaik pada masyarakat, tidak lupa untuk ucapkan terima kasih. “Hal itu yang terus saya tanamkan pada staf saya,” pungkasnya. Ada pengalaman menarik yang dia rasakan ketika menjabat sebagai Camat Genteng. Pada saat dia melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) Gembong dia acapkali didatangi preman- preman PKL Gembong. Selama 4 hari rumahnya terpaksa dijaga pihak Kepolisian. Tapi, tidak membuat dia bergeming dan mengurungkan untuk melakukan penertiban.
“Sekitar 12 preman itu mendata ngi ke kantor tetap saya terima. Saya mencoba mengkomunikasikan dengan baik-baik. Alhamdulillah, mereka akhirnya mengerti bahwa apa yang dilakukan Pemkot Surabaya adalah me ngembalikan fungsi jalan,” ceritanya. Semenjak itulah, ketika akan menertibkan PKL, dan Bangunan liar dia membuat surat mengenai pengembalian fungsi jalan yang ditandangani bersama Kapolsek, dan Danramil. “Itu saya lakukan untuk mengantisipasi oknum yang bermain. Juga supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” imbuhnya.
Dia punya mimpi untuk membangun kawasan perkotaan yang berciri dan nuansa pedesaan atau kampun. Makanya, dia menciptakan kampong batik Jatim di Kecamatan Genteng. Supaya orang tertarik akan kampong batik, dia terus mencari sesuatu yang bisa menarik masyarakat. Akhirnya, dia membuat maskot yang dinamakan “Cak Mogen” .
“Yang ingin saya tampilkan adalah figure yang menarik, lucu, dan mengemaskan. Cak mogen mempunyai ciri berkumis dan berbadan gemuk,” katanya.
Baginya dimanapun dia ditempatkan dia selalu berupaya untuk selalu bekerja lebih baik dari sebelumnya, bermanfaat bagi masyarakat. Dalam internal apa yang dilakukan harus berguna bagi staf.
Menurutnya, seorang pemimpin berbeda dengan pimpinan. Pemimpin berarti bakat yang terpendam, sedangkan pimpinan diatur Surat Keputusan (SK), harus mampu jadi tauladan bagi masyarakat dan staf. Dia menuturkan bahwa seorang staf merupakan patner kerja, juga bisa menjadi keluarga kedua sebagai tim dalam bekerja. “Karena, waktu saya bekerja keluarga saya adalah staf saya, ketika rumah saya harus menjadi kepala keluarga bagi anak istri di rumah,” ujarnya menutup pembicaraan. (rz)

RSUD Dr. Sutomo - 031-5501078 RS Islam Surabaya - 031-8471877 RS Dr Soewandhie - 031-3725905 PDAM - 031-5039373 PMK Kenjeran - 031-3736559 PMK Pasar Turi - 031-3534738 PMK Perak - 031-3291760 PMK Rungkut - 031-8411113 PMK Wiyung - 031-7523687 RS Haji - 031-5947760
©2009 Webmaster